Rabu, 04 Januari 2017

Sebab-sebab Lapangnya Dada dan juga Sehatnya Hati

Pengobatan yang paling ampuh terhadap penyakit-penyakit hati serta sempitnya dada adalah sebagai berikut

1. Mengikuti petunjuk, memurnikan tauhid dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Alloh semata

2. Beriman dengan cahaya iman yang benar, yang dimasukkan oleh Alloh ke dalam hati para hamba_Nya, disertai dengan amal sholih (yang dilakukan seseorang)

3. Menuntut ilmu syar’i yang bermanfaat

4. Bertaubat dan kembali taat kepada Alloh, Rabb Yang Mahasuci, mencintai-Nya dengan segenap hati, juga dengan menghadapakan diri kepada-Nya, menikmati ibadah untuk-Nya

5. Senantiasa berdzikir kepada Alloh dalam segala kondisi dan tempat

6. Berbuat baik terhadap sesama makhluk dengan melakukan berbagai perbuatan baik kepada mereka sedapat mungkin

7. Mengelurakan berbagai kotoran hati dari bersifat tercela yang membuat hati ini sempit dan tersiksa

Diantaranya rasa dengki, kebencian, iri, permusuhan, dan kezhaliman. 

Dalam salah satu hadits diungkapkan bahwa Nabi –sholallahu ‘alaihi wasallam- pernah ditanya tentang manusia yang paling utama, maka beliau menjawab :
“Setiap orang yang bersih hatinya dan selalu benar (jujur) lisannya

Lantas para Sahabat bertanya : “Mengenai orang benar (jujur) lisannya, kami sudah mengetahuinya, tetapi apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?”
Beliau pun menjawab:
“Yaitu seseorang yang bertakwa dan bersih. Yang tidak ada dosa pada dirinya, tidak zhalim, tidak dendam, dan tidak juga dengki

8. Keberanian

9. Meninggalkan sesuatu yang berlebihan di dalam memandang, berbicara, mendengar, bergaul, makan, maupun tidur

10. Menyibukkan diri dengan amal ataupun ilmu syar’i yang bermanfaat, karena hal itu dapat menghindarkan hati dari bebagai hal menggoncangkannya

11. Memperhatikan kegitan pada hari ini dan tidak perlu khawatir terhadap masa yang akan datang ataupun kesedihan yang terjadi pada masa-masa lalu

12. Melihat kepada orang yang ada dibawahnya dan janganlah melihat kepada orang yang ada diatas dalam ‘afiat (kesehatan dan keselamatan) serta hal-hal terkait dengannya, juga dalam hal rezeki dan apa yang berkenaan dengannya

13. Melupakan segala ihwal yang terasa tidak menyenangkan yang terjadi pada masa lalu yang tidak mungkin dicegah, sehingga tidak berlarut-larut dalam memikirkannya

14. Apabila tertimpa musibah, hendaklah dia berusaha meringankannya, tidak lain supaya dampak buruknya bisa dihindari, serta harus berusaha keras mencegahnya sesuai dengan kemapuan diri

15. Adanya kekuatan hati dan tidak tergoda serta tidak terpengaruh oleh angan-angan dan berbagai khayalan yang timbul dari berbagai pemikiran buruk, berupaya menahan marah, dan tidak terlalu mengkhawatirkan hilangnya hal-hal menyenangkan serta datangnya berbagai hal yang tidak menyenangkan, namun menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Alloh dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat, sekaligus memohon ampunan dan ‘afiat kepada Rabb semesta alam

16. Menyandarkan hati hanya kepada Alloh (dengan jujur) dan bertawakkal hanya kepada-Nya, husnuzh-zhon (berbaik sangka) kepada-Nya (Rabb Yang Mahasuci lagi Mahatinggi)

17. Orang yang berakal mengetahui bahwa kehidpuan yang benar adalah kehidupan yang bahagia dan tentram

Karena kehidupan itu singkat sekali, bahkan sangan sebentar, maka janganlah dia persingkat lagi dengan adanya berbagai kesedihan atau banyak mengeluh, karena justru hal tersebut bertolak belakang dengan kehidupan yang benar dan sehat

18. Apabila tertimpa Sesutu yang tidak menyenangkan, hendaklah seseorang segera membandingkan sesuatu itu dengan berbagai limpahan kenikmatan agama maupun dunia baginya

19. Mengetahui bahwa gangguan orang lain tidak akan memberikan mudhorot (bahaya) kepadanya, khusunya berupa ucapan buruk, tetapi ia justru akan memberikan mudhorot kepada diri mereka sendiri

20. Mengarahkan pikiran terhadap hal-hal yang benar-banar dapat membawa manfaat bagi dirinya, baik dalam urusan agama amupun dalam urusan dunia

21. Hendaklah tidak menuntut terimaksih karena kebaikan yang telah dilakukannya, melainkan dari Alloh

22. Memperhatikan hal-hal yang bermanfaat dan berusaha untuk dapat merealisasikannya, serta tidak perlu memperhatikan hal-hal yang berbahaya, sehingga akal dan pikirannya tidak disibukkan olehnya

23. Berkonsentrasi penuh pada aktivitas yang sekarang dan menyisihkan aktivitas yang akan datang, sehingga aktivitas yang akan datang kelak dapat dikerjakan secara maksimal dan dengan sepenuh hati

24. Tegas memilih dan berkonsentrasi pada aktivitas-aktivitas dan ilmu-ilmu syar’i yang bermanfaat, yakni mengutamakan yang lebih penting, khusunya yang menjadi keinginan

25. Meyebut-nyebut atau memuji seluruh nikmat Alloh baik yang zhahir (materi) maupun yang bathin (non-materi)

26. Hendaklah seseorang mempergauli dan memperlakukan pasangan (suami atau istri) dan kaum kerabat serta semua orang yang memiliki hubungan dengannya secara baik


27. Doa memohon perbaikan semua hal dan urusan

“Ya Alloh, Perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi benteng urusanku, serta perbaiklah duniaku yang menjadi tempat kehidupanku, dan perbaiki akhiratku yang disana menjadi tempat kembalilku. Dan Jadikanlah kehidupan sebagai tambahan bagiku pada tiap kebaikan, dan kematian itu sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan"           
(silahkan simak pembahasan doa ini pada https://rumaysho.com/986-doa-untuk-memperbaiki-urusan-agama-dan-dunia.html) 

Demikian, semoga bermanfaat...detail buku bisa dilihat pada web Pustaka Imam Syafi’i_http://pustakaimamsyafii.com/doa-dan-wirid-mengobati-guna-guna-dan-sihir.html
 
(Dinukil dari "Doa dan Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut Al Qur'an dan Sunnah" karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas -Hafidzahulloh ta'ala- Cetakan ke-30  halaman 515-524, Penerbit Pustaka Imam Syafi'i)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar