Rabu, 09 Oktober 2013

Janganlah Melebihi Kemampuan


“Willingness to pay and willingness to buy”

Saudariku, setiap dari kita tentunya ingin memiliki menejemen yang baik terkait financial bukan? Kita sebagai makhluk social tentunya memiliki kebutuhan yang kadarnya berbeda-beda.

Terkadang pula, kita susah membedakan mana yang “need” dan “want”. Kalau yang dianugerahi rizki lebih, tentunya lebih mudah untuk memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, apakah kita hidup untuk dunia saja? Lupakah kita kalau harta ini akan ditanya pada hari kiamat?

Termasuk yang manakah kita?

1.Y=C                               Y=Pendapatan

2.Y=C +IPlus                     C=Tingkat Konsumsi

3.Y=C+S                           S=Tabungan

4.Y=C+S+IPlus                  I=Investasi

5.Y=C+S+I                       IPlus=Investasi akhirat

6. Y=C+S+I+IPlus

Diluar itu semua, bisa jadi ada yang bertipe Y < C. Penghasilannya tidaklah mencukupi kebutuhan primernya atau bisa jadi tingginya tingkat konsumsi dikarenakan ketidakmampuannya menundukkan nafsu dunianya. Ya, begitulah manusia…banyak angan, angannya terlalu panjang dan ambisinya terhadap dunia membuatnya lupa akan kemampuan dirinya sendiri.

Saudariku, berapa banyak orang yang terperangkap dengan ribawi dikarenakan hanya ingin memenuhi duninya saja atau gengsi semata. Janganlah bermudah-mudahan dalam hal yang diharamkan oleh Alloh. Bersabarlah sembari memiliki perencanaan ekonomi yang matang

Saya pernah mendapatkan brosur KPR dan iseng-iseng mengkalkulasikan harga rumah tersebut. Fantastis memang jika kita mengkalkulasi sampai lunas karena harga yang ada sudah di NPV-kan (Nett Present Value-kan).  

Saudariku, qonaalah...lihatlah orang-orang yang qodarulloh memiliki kemampuan ekonomi jauh dibawah kita tetapi masyaAlloh....mereka bahagia dalam menjalani kehidupannya. Keberkahan itu menaungi mereka...

Ya, keberkahan itu tidak dapat kita beli meski kita memiliki harta yang banyak karena hakekatnya keberkahan itu adalak karunia Alloh Ta'ala. Dan alangkah beruntungnya mereka itu tatkala yaumul akhir tiba...Mereka lebih dahulu masuk surga 500 tahun ketimbang orang yang kaya...

Saudariku, alangkah baiknya jika kita merupakan jalan kebaikan bagi orang lain dengan apa yang kita miliki. Sudah siapkah kita mempetanggungjawabkan harta kita kelak dihadapan Alloh?...jawaban apa yag akan kita berikan?...

Saudariku...takutlah kepada Alloh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar