Minggu, 24 Mei 2015

Untuk engkau yang berputus asa...


Syaikh Muhammad al Mukhtar Syinqithi

Engkau harus tawakal kepada Alloh, dan terus berprasangka baik kepadaNya karena sesungguhnya Alloh tergantung prasangka hambaNya.

Jangan pernah menyerah dan berputus asa dari pertolongan dan rahmatNya. Pasrahkan kepada Yang Maha Hidup lagi memperhatikan makhluknya. Pasrahkan kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.Mintalah kepadanya agar diberi pertolongan, taufik, dan ketabahan dan membukankan mu jalan keluar.

Suatu hari Rosululloh -sholallohu’alaihi wasallam- memasuki masjid dan  melihat Abu Umamah...Beliau bersabda, “Wahai Abu Umamah, kenapa engkau duduk di masjid sementara ini bukan waktu sholat?”. Dia menjawab, “Ya Rosululloh, aku dilanda kesulitan dan terlilit hutang”. Rasullulloh -sholallohu’alaihi wasallam- bersabda “Maukah engkau ku ajarkan sebuah doa? Apabila kau baca maka Alloh ta’ala akan menghilangkan kesedihan dan melunasi hutangmu? Bacalah doa “ Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari al-hamm dan al hazn. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindungan kepada Engkau dari pengecut dan kikir dan aku berlindungan kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia”.

Doa yang indah dan mengandung keberkahan. Doa yang mustajab atas izin Alloh. Tidaklah seseorang hamba berdoa demikian, yakin dengannya, dan memahami maknanya melainkan Alloh akan meringankan dan memberinya Jalan keluar.

Abu Umamah berkata “ Setelah membaca do’a tersebut, Alloh berkenan menghilangkan kesedihanku dan membayar lunas hutang ku”

“Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari al-hamm”... Al-hamm adalah apa yang membebani pikiran dari sesuatu yang belum terjadi dan al-hazn dari sesuatu yang telah terjadi. Dua keadaan ini sudah tercangkup di dalamnya. Kerisauan mu terhadap apa yang telah terjadi dan yang belum terjadi, Dia memerintahkan agar engkau berlindung padaNya. 

“Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari al-hamm”...karena sesungguhnya manusia itu lemah, dia selalu diliput kekhawatiran sepanjang hidupnya. Tidaklah dia keluar dari satu kekhawatiran, melainkan masuk pada kekhawatiran yang lain. Tidaklah dia selamat dari satu kesulitan, melainkan dia bertemu kesulitan yang lain. 

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah” (Q.S.al Balad:4).

Tiada yang dapat mengusir rasa khawatir, dan menghilangkan penderitaan kecuali Yang Maha Hidup dan Mengurus makhlukNya, Yang tidak pernah tidur dan mengantuk.

Saudaraku Alloh menginginkan kebaikan untukmu saat Dia mengujimu dan memberikan kesabaran diatas musibah. Alloh menginginkan kebaikan saat dia mengujimu sehingga hatimu kembali tunduk padaNya. Alloh menginginkan kebaikan untukmu, saat engkau mengalihkan perhatianmu padaNya sehingga engkau menghadapNya karena kesedihanmu, dan mengadu padaNya diatas kesulitanmu. 

Dan engkau pun berdoa ,” Wahai Tuhanku, kepada siapa Engkau meninggalkanku? Apakah ke orang lemah yang membenci ku? Atau kepada musuh yang diberikan kuasa atas diriku?” sehingga engkau berdoa “Ya Alloh...Wahai yang menjawab kesusahan disaat mengadu, padaMu aku mengadu, padaMu aku berlindung, Wahai Yang Maha Agung...

Engkau juga berdoa ”Ya Alloh, Zat yang menghapus musibah dari Ayub dan menghilangkan kesulitan dari Yunus dan Engkau menghilangkan kesulitan dari hambaMu dan menghapus segala musibah...Hapuslah kesulitanku dan hilangkan kesedihanku...jangan jadikan aku hambaMu yang sengsara...Ya Alloh, jangan Engkau halangi kebaikan dari Mu akibat keburukanku”

Perbanyak dalam doamu dengan penuh ketundukan. Sesungguhnya kasih sayang Alloh melebihi kasih sayangmu pada dirimu sendiri!

Jika engkau memanjatkan doa seperti ini, dari hati yang mengimani Alloh..yakinlah bahwa Alloh tidak akan mengecewakanmu...

Jika seorang hamba memohon dengan ikatan kuat pada Alloh dan tulus dalam doanya maka pintu langit akan terbuka untuknya...

Jika ia meminta pada Alloh, tulus dari hatinya dan musibah menimpa dirinya berupa penyakit fisik dan kesedihan. Ketika dokter telah memeriksa penyakitnya, dan derita menderanya atau kesulitan keluarga menimpanya...Disaat harusnya dia tetawa namun musibah membuatnya menangis. Kesulitan membuatnya menangis, dan membuatnya guncang...

Jika hamba telah sampai pada dititik ini maka ia akan hadapkan dirinya kepada Yang Maha Besar dengan tulus dan keyakinan...

Inilah tujuan sebuah ujian. Tujuan dari ujian adalah agar engkau lari menuju Alloh. Tujuan dari ujian agar hamba mengadu pada Nya sehingga hamba tersebut berpaling kepada Alloh, agar dia mengingat kebesaran Alloh.

Jika hutang terlalu berat, ingatlah Alloh yang lebih hebat dari hutang tersebut dan lebih hebat dari apapun. Jika kesulitan menimpa keluargamu, ingatlah bahwa Alloh mendengarmu..Alloh Maha Melihat, Maha Penyantun, Alloh Maha Pengasih...

Maka berdoalah “Ya Alloh, Engkau Maha Tahu keadaanku, kelemahanku, dan apa yang kubutuhkan...Ya Alloh, padaMu aku datang, dan pada Mu aku mengadu...PadaMu aku meminta pertolongan dan padaMu aku bersandar...Aku yakin Engkau memelihara segala urusanku, dan aku berlindung padaMu...aku yakin dan berserah diri pada Mu...

Jika engkau memanjatkan doa ini, maka pintu langit akan terbuka. Jika engaku menjawab musibahmu dengan doa ini, maka engkau berhak dihapuskan musibahmu dan segala bebanmu diringankan...

Sesungguhnya jika Alloh membantumu, maka akan datang dari arah yang tak terduga...

Saat dunia tidak mendukung seorang hamba...

Saat orang-orang mengecewakan mu...

Saat yang dicintai dan karib meninggalkanmu...

Saat kau berharap pada manusia dan mereka mengecewakanmu

Saat kau menaruh harapan pada selain Alloh, dan mereka tidak memenuhi harapanmu...

Pada titik ini, ketahuilah bahwa Alloh ingin agar engkau beralih padaNya.

Orang yang paling bahagia di dunia adalah orang yang menghadapkan wajahnya pada Alloh. Orang yang paling bahagia di dunia ini adalah orang yang mentautkan hatinya pada Alloh.

“Dan siapa yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya pada Alloh dan dia pun mengerjakan kebaikan”(Q.S. An-Nisa:125)

Dia yakin bahwa bantuan akan datang dari Alloh. Ketika manusia menghinamu, ketahuilah bahwa bukan mereka yang membuat engkau mulia atau hina. Ketika manusia mengejekmu dan engaku memelas pada mereka maka ketahuilah bahwa mereka tidak memiliki daya memberi manfaat maupun mudhorot. Mereka tidak memiliki daya untuk memberi kehidupan dan menghidupkan kembali. Dan jika penderitaan dan maslah menimpamu, menimpa keluarga dan orang yang kau cintai...jika musibah dan hinaan manusia begitu hebatnya...maka ketahuilah bahwa engkau memiliki Alloh yang tidak pernah mengecewakan mu...engkau memiliki Allloh yang menerima segala keluhan dan engkau memiliki Alloh yang mendengar segala yang rahasia dan tersembunyi. Dan engkau memiliki Alloh yang menunjukkan kasih sayang Nya pada mu, dan menyukai saat engakau meminta pada Nya.

Saat engkau beralih dan memohon padaNYa  “Siapakah yang memperkenan (doa) orang yang kesulitan apabila ia berdoa kepaNya, dan menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagi kholifah di bumi? Apakah ada tuhan selain Alloh? (Q.S. an Naml :62)

Alloh menyebutkan musibah yang menimpa Ayub dan berfirman” dan (ingatlah) kisah ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit...dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha  Penyayang diantara semua penyayang (Q.S.al anbiya : 83) aku telah ditimpa penyakit dan Engkaulah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”...

Ayyub berdoa pada Alloh saat dia mengadu, saat musibah dan kesakitan menimpanya...Ayub berdoa padaNya dengan Nama dan sifatnya “aku telah ditimpa penyakit”, ini pemasalahnya “aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya...dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya dan Kami lipatgandakan bilangan mereka sebagai suatu rahmat dari sisi kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Alloh (QS Al anbiya:84)”  
Sebagian ulama mengatakan...”Peringatan bagi semua yang menyembah Alloh” artinya jika engkau berdoa pada Alloh dengan keyakinan sebagiamana Ayyub, maka engkau akan mendapatkan jawaban yang sama sebagimana Ayyub. 

Ini adalah sesuatu yang harus diingat dalam setiap musibah. Setiap kali engaku ditimpa musibah pada keluargamu, harta dan kesehatan mu. Mungkin saat ini kehidupanmu sejahtera, aman dirumah, hidup sehat, dan hidangan bergizi setiap hari sampai Alloh mengujimu...dan segala masalah dan bencana menimpamu...hutang yang mengejarmu dari berbagai penjuru ...setelah kehidupan yang sejahtera, kau merasa hidup mu sempit dan dalam kesulitan...lalu anak-anakmu mengeluh dan engkau merasa hidupmu dalam keadaan prihatin dan mengkhawatirkan...engaku dihadapkan pada keprihatinan dan lilitan hutang...maka dunia menjadi sempit buatmu dan hanya Alloh yang mampu meluaskannya...hanya Alloh yang menyayangi mu daripada dirimu sendiri untuk menghilangkan kesulitanmu...

Jika engkau tulus pada Alloh maka Dia akan mengabulkan...Kapankah saat dia mengetuk pintu Alloh kemudian Alloh berpaling? TIDAK AKAN!...Kapankah saat dia tulus pada Alloh lalu Alloh mengecewakannya? TIDAK PERNAH!...Tidak akan pernah kita dapatkan selain Penyantun dan Kasih sayangNya...Tidak Akan pernah kita dapatkan selain Kemuliaan dan KebesaranNya...

Dia memberimu jalan keluar dari arah yang kau perkirakan maupun yang tidak kau sangka...Tidaklah seoarang hamba berdoa dengan tulus ketika musibah menimpanya kecuali Alloh memberinya salah satu dari dua perkara : 
~ Jika Alloh mengetahui bahwa kesulitannya lebih baik diangkat maka Dia akan mengangkatnya segera. 
~ Dan jika Alloh mengetahui bahwa kesulitan tersebut belum saatnya diangkat maka Alloh akan memberinya Keyakinan dan iman dan ketundukan sehingga dia merasakan penghambaan yang penuh nikmat dan bahagia...

(sumber : vidio sunnah inspiratif  ijma83)

MasyaAlloh...tetaplah berhusnudzon pada ketetapan Alloh....berhusnudzonlah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar