Perjalanan di dunia ini kadang sangat melelahkan.
Ketika dunia begitu menyita banyak waktu dan perhatian.Ketika hiruk pikuk dunia
dan segala atributnya melalaikan diri dari akhirat. Segala kepenatan dan
keletihan yang tidak akan dibawa mati.Ya, akan tetapi masalah itu (waktu) akan dipertanyakan
di akhirat. Lantas dengan apa kita habiskan waktu selama berpuluh-puluh tahun?
Adakalanya dalam waktu yang relatif singkat, ada orang yang berkah waktunya, MasyaAlloh... Ia habiskan waktunya untuk menimba ilmu agama & ketaatan sehingga ia menjadi pribadi yang bermanfaat. Ada pula orang yang menghabiskan sebagian waktunya untuk menuntut ilmu agama akan tetapi lamanya waktu itu tidak menghasilkan kualitas agama yang baik pada dirinya. Dan ada juga orang yang mengisi sebagian besar waktunya hanya untuk dunianya saja. Ia melakukan perintah agama, hanya saja ambisinya terhadap dunia membuatnya memilih kehidupan dunia dari pada akhirat.
Sejenak tersadar, akan tetapi tabiat manusia tidak
akan pernah hilang. Ya kecintaanya terhadap dunia. Apa yang dikejar? mengejar
dunia? Mengejar sesuatu yang tak kan pernah terengkuh dan pada hakikatnya kita
malah berjalan meninggalkannya… Ya, kita berjalan ke kampung akhirat dan
diujung sana ada sakaratul maut yang senantiasa
menunggu kita. Dan akhirnya kita berpisah dengannya. Lantas bagaimana jadinya jika
segala susah paya dan upaya yang telah diusahakan hanya untuk dunia semata? dunia
yang fana dan hanya fatamorgana.
Dunia adalah sarana untuk akhirat bukan tujuan dan
alangkah rendah sekali jika tujuan hidup adalah dunia. Kita adalah orang
beriman yang menjadikan surga sebagai cita-citanya….
Di perjalanan ini, meskipun dunia adalah jembatan ke
akhirat akan tetapi banyak pernik yang dijalani dan ada pula warna kehidupan.
Dan perjalanan hidup setiap orang tidaklah sama. Kadar ujiannya pun berbeda.
Dan yang ditakdikan Alloh, baik itu kesenagan atau kesedihan maka itulah yang
terbaik untuk hambaNya.
Apa yang membuat seoarang merasa dirinya sengasara
padahal ujian dunia dibandingkan akhirat tidaklah seperberapanya.
Bayangkan panasnya musim kemarau padahal jarak bumi ke
matahari berjuta-juta mil…
Bayangkan pula jika
matahari berada satu mil diatas kepala…
Lantas, bagaimana dengan panasnya neraka yang
abadi?-waliyyadzubillah-Tentunya itu semua lebih besar daripada kesusahan dan
kesedihan dirinya.
Janganlah bersedih atas apa yang luput dari dunia…
Janganlah tamak dan berambisi terhadap dunia…
Berbekalah dengan sebaik-baik bekal untuk sebuah perjalanan
yang akan dipertanggungjawabkan…
Siapalah aku berbicara tentang dunia…aku bukanlah
siapa-siapa. Aku hanya pengembara…pengembara yang faqir….pengembara yang akan
berlalu meninggalkan dunia serta telah berlalu pula sebagian dari waktu ku dan telah
ku pergunakan untuk apa waktu ku itu ???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar