Selasa, 29 September 2015

Kisah Nabi Ibrahim ’alaihissalam Bersama Raja yang sombong



Dari Abu Huroiroh  rodliyallohu’anhu, beliau berkata, Rasululloh sholallohu’alaihi wasalam bersabda,

“Nabi Ibrahim ‘alaihi sholatu wassalam hijrah bersama istrinya, Sarah. Beliau lalu tinggal di sebuah negeri yang diperintah oleh seorang raja di antara para raja zhalim, atau oleh seorang penguasa sombong di antara para penguasa sombong.


Maka seseoarang melaporkan kepada sang raja tentang kedatangan Ibrahim itu,  bahwa Ibrahim datang bersama seorang wanita yang sangat cantik!  Kemudian raja mengirim utusan kepada Ibrahim untuk menanyakan, “Hai, Ibrahim! Siapakah wanita yang bersamamu?” Ibrahim menjawab,”saudara perempuanku”.

Kemudian Ibrahim menemui Sarah dan berkata, “ Janganlah engkau sangkal apa yang telah aku bicarakan kepadanya, karena aku mengatakan kepada mereka bahwa engkau adalah saudara perempuanku. Demi Alloh! Tidak ada orang mukmin  di muka bumi ini selain aku dan engkau”.

Maka Sarah dikirim  ke hadapan raja tersebut. Rajapun berdiri untuk menemui Sarah dan Sarah berdiri pula untuk mengambil wudhu, lalu sholat dan berdoa, “Ya Alloh! Jika sekiranya aku beriman kepadaMu dan juga kepada rosulMu, dan aku benar-benar memelihara kehormatanku kecuali untuk suamiku, maka janganlah Engkau kuasakan orang kafir itu atas diriku”. Seketika itu raja merasa tercekik hingga menghentak-hentakkan kaki.

Ketika itu Sarah berdoa,”Ya Alloh, Andaikan raja ini mati, tentu orang akan menuduh bahwa perempuan itulah yang membunuhnya”.

Raja itu sembuh lalu bangkit lagi mendekati Sarah. Sarah pun mengambil wudhu, sholat, dan berdoa. Dia memohon, Ya Alloh! Aku beriman kepadaMu dan kepada RosulMu. Dan kupelihara kehormatanku kecuali kepada suamiku. Maka janganlah Engkau kuasakan si kafir ini atas diriku”. Rajapun merasa tercekik lagi hingga menghentak-hentakkan kakinya.

Sarah berkata, “Ya Alloh! Andaikata raja ini mati, tentu orang akan menuduh bahwa perempuan itulah yang membunuhnya.”

Sarah dikirim menghadap raja itu yang kedua atau yang ketiga kalinya.

Akhirnya sang raja berkata, “ Demi Alloh! Pasti yang kalian kirim kepadaku adalah setan, kembalikan saja dia kepada Ibrahim, dan beri dia seorang hamba sahaya bernama Ajar (Ajar adalah dari bahasa Suryani yang berarti Hajar)”.

Sarahpun dikembalikan ke pangkuan Ibarhim ‘alaihi sholatu wassalam, dia berkata kepada, “Tahukah tuan, bahwa Alloh telah menghinakan orang kafir, dan menghadiahi kita seorang budak perempuan”.

Pelajaran yang dapat dipetik:
~anjuran untuk menjalin ukhuwah dalam agama islam.
~diperbolehkan memberikan jawaban yang samar jika khawatir terhadap keselamatan dirinya.
~Tedapat rukhshoh untuk tunduk pada orang zhalim atau sedang dalam keadaan emosi.
~diperbolehkan mendatangi seorang pemimpin yang zhalim
~diperbolehkan menerima hadiah dari seorang musyrik.
~doa diijabah karena keikhlasan hati dalam niat.
~Alloh menjamin memberi kecukupan bagi orang yang berdoa dengan ikhlas dan melakukan amal sholih.
~Cobaan yang diberikan kepada mukmin yang sholih  adalah untuk mengangkat derajat mereka.
~Hendaknya orang yang diberi cobaan sangat berat bersegera melakukan sholat.
~Wudhu sudah menjadi syariat umat sebelum Muhammad sholallohu’alaihi wasallam.
~Para Nabi dan Rosul mendapat istri-istri yang bersih dari dosa.
~Diperbolehkan menceritakan kenikmatan yang diperoleh.

(Dikutip dari Buku ”61 Kisah Penghantar Tidur, karya Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Penerbit Darul Haq cetakan X halaman 143-145)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar