Kamis, 01 Oktober 2015

Hawa Nafsu dan Akhir Muara Kehidupan



Pokok segala urusan dalam hal menghindari kemauan hawa nafsu bertumpu pada kecintaan dengan Alloh, kemauan untuk meraih ridlo_Nya, dan pendekatan diri kepada_Nya melalui berbagai sarana dan merindukan berjumpa dengan_Nya.

Jika seorang hamba tidak punya cita-cita untuk  meraih hal tersebut, maka ia harus punya keinginan untuk dapat meraih surga, mereguk kenikmatannya, dan meraih pahala yang telah dijanjikan oleh_Nya untuk kekasih-kekasih_Nya.

Jika ia masih juga tidak punya cita-cita yang dapat mendorongnya untuk meraih hal tersebut, maka dia harus punya rasa takut kepada neraka dan siksa yang telah dipersiapkan oleh Alloh untuk orang yang durhaka kepada_Nya.

Jika jiwanya masih juga belum tergerak untuk meraih sesuatu dari hal tersebut, maka perlu diketahui olehnya bahwa dirinya diciptakan untuk neraka bukan untuk nikmat surga. 

Dan tiada yang mempunyai kemampuan untuk melakukan hal tersebut sesudah takdir Alloh dan taufik_Nya kecuali hanya dengan cara  menentang kemauan hawa nafsunya.

(“Taman Orang-orang Jatuh Cinta” Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar