Selasa, 09 Agustus 2016

Ta'aruf Pra WEDDING




Kajian ini lumayan buat ngilmui diri ini yang faqir…lebih dari setahun yang lalu aku menyimpannya dan baru kali ini ku share di blog. Semoga bermanfaat…

Ta’aruf Pra Wedding @ Ust Nuzul Dzikri -hafidzahulloh-

Untuk mewujudkan pernikahan yang benar-benar sakinah, mawadah wa rahmah, kita harus mendapatkan pasangan hidup yang tepat… kita harus mendapatkan suami atau istri yang sehati dengan kita dan itu tidaklah mudah…"itu tidak mudah". Kalau untuk mencari seorang sahabat itu sulit apalagi mencari pasangan hidup yang lebih dalam dari pada sahabat kita…yang lebih erat lagi.

Mencari pasangan yang sesuai di dalam Islam sacara garis besar ada 2, Ulama fiqih mengatakan

1.Agamanya baik dan akhlaknya mulia
2.Suka dan cocok secara pribadi_suka dia secara pribadi

Bagaimana mencarinya?

1.Melalui teman, kolega
Dalilnya ketika Nabi sholallohu’alaihi wasallam menikah dengan Khodijah rodliyallohu’anha, yang menjadi mediator adalah sahabat/saudaranya .

2.Melalui orang tua kita
Sebagimana Umar rodliyallohu’anhu  mengajukan Hafshoh kepada Ustman dan Abu Bakar  rodliyallohu’anhuma hingga Rosul sholallohu’alaihi wasallam meminangnya.

3.Dengan kita menawarkan diri (dengan cara terhormat, santun dan bermartabat)
al ahzab : 50_wanita yang mengajukan diri kepada Rosul sholallohu’alaihi wasallam.

Apa yang kita lakukan?

1.Jujur pada diri sendiri (muhasabah diri)
Muhasabah, kita itu seperi apa? sudah sholeh belum? sudah bertakwa belum? sudah santun belum? pantaskah kita mendambakannya? Maka apabila kita ingin mendapatkan yang sholih, sholihkan diri terlebih dahulu (Q.s.An Nur :26).
“Ruh itu hanya akan menyatu dengan yang cocok”. Kalau kita hanya menampilkan penampilan yang sholih tapi hati kita rusak, ibadah kita hancur untuk mencari wanita-wanita sholihah jangan kaget jika wanita yang anda pilih satu tipe dengan anda (kalian bermain maka Alloh balas permainan kalian)

2.Jujur dalam menetapkan kriteria
Malu dengan kriteria akhirnya gak cocok terus waktu ditawari. Utarakan ke mediator apa adanya. Kalau kriteria itu hak kita, tapi... dianya mau gak sama kita?

3.Jangan asa-asalan dalam meminta bantuan
Carilah mediator yang amanah, ngerti figih, dan satu selera _ngerti apa yang kita inginkan. (kisah Fatimah Binti Qois yang dilamar 2 sahabat_Abu Jahm dan Muawiyyah rodliyallohu’anhuma). Tidak semua orang sholih jika dijodohkan cocok (Kisah Tsabit bin Qois yang digugat cerai oleh Istrinya). 

4.Jangan percaya sebelum cross check
Kalau beli baju gak suka boleh dibuang tapi bila pilih suami akibatnya fatal jika gak suka. Cari sekolah saja kita survey, apalagi apalagi ini pernikahan? Pastikan semua data valid.
Jangan percaya dulu walaupun sudah ngaji karena banyak “oknum” (hal ini senada dengan apa yang dinasehatkan oleh Ust Yazid hafidzahulloh “Semuanya harus belajar,belajar agama islam. Bukan “Saya sudah ikut sunnah, sudah ikut salaf” tapi hanya casingnya saja...berjenggot, tidak isbal…tapi semuanya jauh dari sunnah, semua perbuatannya jauh dari sunnah, muamalahnya jauh dari sunnah, pekerjaannya masih perbuatan yang harom. Semua yang ikut sunnah harus belajar...kapan sih ia duduk di majelis ilmu?").

5.Diperbolehkan bicara langsung
Kita boleh ngetes kemampuan dan kejujurannya...dalilnya dari Abdulloh bin Mas’ud rodliyallohu’anhu “Jika anda ingin menikah dengan wanita pelacur dan dia telah bertobat kepada ALLOH maka ujilah toubatnya“).
Tanyakan hal-hal  yang prinsip, ex yang bisa membuat nyambung, yang bisa mengungkapkan kecerdasan, kedewasaan dan kematangannya.

6.Nazdor
Banyak orang yang salah dalam nadzor termasuk yang sudah ngaji. Dalam buku ulama, nadzor hanya diperbolehkan dalam 2 waktu: setelah lamaran dan sebelum lamaran tapi punya feeling kuat. Jadi nadzor bukan difase awal, karena hadits yang berhubungan dengan nadzor dikaitkan dengan lamaran (jadi, jangan jadi tukang nadzor ya karena itu aib ^^).

7.Istikhoroh
Memintalah pada Alloh. Dalam ta’aruf, kita harus lebih dekat kepada ALLoh, lebih banyak ibadah, lebih banyak dzikir lagi, harus banyak qiyaumul lail, perbanyak istiqhfar dan berdolah agar diberikan yang terbaik (bukan berarti diluar ta'aruf gak  taat ya ^^). Kalau berjodoh maka akan dilapangkan oleh ALLOH dan jika itu tidak baik maka kita akan dipalingkan oleh ALloh atau dia dipalingkan oleh ALLOH…dan jangan maksa…tawakallah.

“Barang siapa bertakwa maka Alloh akan memberikan jalan keluar”


Bagi yang ingin menyimaknya secara detai silahkan download di http://www.kajianilmiah.com/2014/12/download-audio-video-kajian-taaruf-pra.html 

*Saya tambahkan sedikit*

Meyakini bahwa perjodohan yang ia alami adalah pilihan yang terbaik sehingga akan berusaha menjaganya, menyelesaikan semua masalah melalui ajaran agama dan modal keyakinan terhadap janji Alloh ta’ala sehingga konsekuensinya harus kuat bertawakal.

Bila langkah awal telah ditempuh dengan benar, kelak rumah tangga kita akan berjalan dengan serasi, harmonis, dan penuh kemesraan, karena masing-masing mendasarkan langkah dan niatnya hanya karena mencari ridlo Alloh dan berjalan diatas syariat Alloh ta’ala (Seminar Keluarga Sakinah Al Sofwa 2015 “Menuju Rumah Tangga Islami”).

Sebagimana Nasehat Ust Abuz Zubair hafidzahulloh ketika memberikan nasehat dalam seminar, dalam hal memilih "suami yang ideal" hendaklah memilih ikhwan yang memiliki kriteria sebagaimana berikut : 

1.Memiliki agama yang baik dan benar

-jangan memilih ikhwan yang tidak bertakwa dan menyelisihi Alloh
-nampak ketaatan dalam kesehariannya…tidak melakukan perbuatan haram
-jangan memilih yang menyesatkan
-lelaki yang baik agamanya tidak akan mendzolimi istrinya, dia mencintaimu karena Alloh bukan karena harta, fisik, etc
-carilah yang hatinya tertaut dengan masjid

2.Taat kepada Alloh dan RosulNya

-suami yang taat akan menjadi suri dan tauladan bagi istri dan anaknya
-akan membantu kita taat kepda Alloh

3.Mempunyai akhlak dan tabiat yang baik

Indicator baik akhlaknya:
-orang yang tidak tergesa-gesa/bisa menahan diri
-tawadlu/tidak sombong
-tidak pelit/dermawan
-ar-rohmah/kasih saying
-bersahaja

4.memiliki sifat kepemimpinan dan tanggungjawab

Dilihat dari 2 hal :
-karakter dasar kepemimpinannnya
-dengan nafkah yang ia beri untuk istrinya
Pandai menentukan sikap/tidak plin-plan --> pilihlah

Added:

5.Mencari suami yang pandai baca Al qur’an/setidaknya ada hafalan qur’annya.

(hadits seorang sahabat yang yang tidak punya apa-apa untuk mahar kecuali hafalan qur’an)

Saudariku, bertakwalah kepada Alloh…jika jalan yang kita tempuh benar insyaAlloh keberkahan akan menaungi rumah tangga yang akan dijalani. Ingatlah saudariku, kesholehan…ya, karena kita akan bersama–sama bahu membahu untuk melaksanakan ketaatan dan menegakkan nilai-nilai islam dalam rumah tangga...jika tidak bersama dengan yang satu tujuan -akhirat oriented- maka bisakah kita membangun rumah disurga bersama?

together to be better, together to be stronger dan happy together... 
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Oh ya, simak juga nasehat Ust Kholid Basalamah_hafidzahulloh...jangan lupa di like di youtube untuk kemajuan dakwah...syukron

Mahkota Pengantin_1
https://www.youtube.com/watch?v=EMrvHl3usxA

Mahkota Pengantin_2
https://www.youtube.com/watch?v=ZeCzH3NM1Sk&list=PLlK0gGuioshA700OBTqejU9n3OI7mn8QE&index=4

Mahkota Pengantin_3

Mahkota Pengantin_4

Mahkota Pengantin_5

Mahkota Pengantin_6
https://youtu.be/y-i2NPyptw4

Mahkota Pengantin_7

Mahkota Pengantin_8
https://youtu.be/DjzeUYcLtc0

Mahkota Pengantin_9
https://youtu.be/G8KkHbJGa-M

Mahkota Pengantin_10
https://youtu.be/wjlKqYP-XtY

Mengenal Karakter Pasangan
https://www.youtube.com/watch?v=bzTOMDRso1g

Semoga bermanfaat....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar