Dimanakah memory indah itu? saat kau berusaha membagi
waktu kuliah, ngaji dan hafalan?
Tidakkah kau mengingat perjuangan indah itu?
Tidakkah kau bersedih jika apa yang telah kau usahakan
terbang menjadi debu?
Akankah semuanya sia-sia tanpa membekas?
Akankah kau melepaskannya?
Dimanakah ilmu itu?
Mengapa kau tidak merealisasikannya?
Bukankah ilmu itu membutuhkan pengamalannya?
Kemanakah kau pergi disaat saudaramu yang lain duduk ditaman surga...?
Dimanakah keberadaanmu ketika saudaramu menempuh perjalanan panjang guna mendekatkan dirinya pada keridloan Alloh...?
Ada apa dengan mu wahai saudaraku?
Apa yang menghalangi mu untuk menimba ilmu syar'i?
Mengapa perjalanan mencari ilmu syar'i menjadi perjalanan terjauh untukmu?
Mengapa perjalanan mencari ilmu syar'i menjadi perjalanan terjauh untukmu?
Apa yang membuatmu untuk tidak istiqomah?
Tidakkah
kau merindukannya untuk kembali?
Saudaraku...kembalilah...
Perjalanan ini masih sangatlah panjang untuk sampai rumah nan abadi...
Pintu itu akan senatiasa terbuka...dan...
Tidak ada yang menjamin baik akhir kehidupan kita
Jika tidak istiqomah maka akhir seperti apa yang akan kita harapkan....???
Dari Abu Amr, ada juga yang berkata: Abu Amrah Sufyan
bin Abdillah ats Tsaqofi-rodliallohu'anhu-, ia bercerita:
"Aku berkata: 'Wahai Rosululloh! Katakanlah kepadaku didalam Islam perkataan yang tidak aku tanyakan kepada selain engkau'.
Dan beliau menjawab: 'Katakanlah: 'Aku beriman kepada Alloh, kemudian istiqomahlah.'"
Dan beliau menjawab: 'Katakanlah: 'Aku beriman kepada Alloh, kemudian istiqomahlah.'"
(HR. Muslim_dinukil dari Intisari Arba'in An-Nawawi, Pustaka Imam Asy Syafi'i)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar