Minggu, 24 November 2013

Ikatan yang Tak kan Lepas Itu Bernama "Keluarga"

      

Kasih sayang yang tulus itu  berawal dari keluarga. Ayah, Ibu, kakak dan adik, Happy together...

Keberadaan anak menjadi harapan bagi kedua orang tuanya. Perjuangan dan kasih sayang yang tiada akhir...pernahkah kita sebagai anak merenung sejenak dan memutar kembali memori kita semasa kita masih kanak-kanak dulu..??? jika kita menjumpai memori kita, insyaAlloh kita mendapati diri ini  orang yang bahagia dan penuh limpahan rahmat dari Rabbu'alamin. Jika kita tidak disayang  orang tua, bagaimana nasib kita sekarang? Jika kita tidak dididik mereka, apakah kita bisa menjadi anak yang berbakti dan taat beribadah? dan masih banyak nikmat lainnya yang melimpah ruah yang seharusnya disyukuri dan kita tidak pernah sanggup membalas jasa itu, sampai kapan pun...tak kan pernah...dan tak kan pernah.

Ada Ayah, Ibu, Kakak dan Adik...kebersamaan yang InsyaAlloh akan sampai ke syurga dengan rahmat Alloh...

Jika kita telah menempuh manhaj yang benar serta istiqomah maka alangkah beruntung sekali kita. Tapi, bagaimana dengan keluarga kita? Sudahkah mereka menempuh jalan yang lurus? Sudahkah kita mengajaknya pada jalan haq ini? Saudariku, apa yang kau lakukan dengan ilmumu sedang disaat yang lain kelurgamu dalam jalan yang tidak dirdloi ALloh?

Awal-awal ngaji, orang tua dan saudara kita mungkin bertanya-tanya..jalan apa yang ia tempuh, kenapa ia beda? Itu semua karena mereka masih asing dengan pembaharuan dari diri kita yang merupakan hidayah dari ALloh. Mereka belum terbiasa…

Adalah birul waalidain…ya birulwaalidain. Kita sebagai anak yang sudah ngaji harus lebih berbakti kepada kedua orang tua kita dan lebih baik dari sebelum ngaji…masalah asam garam kehidupan tentu orang tua jauh lebih berpengalaman dan hendaklah kita bijak dalam berdakwah. Melalui birul walidain, kita secara tidak langsung berdakwah dengan akhlak yang baik kepada ke orang tua kita.

Sebagai saudara, kita juga harus mengajak saudara kita yang lain untuk ngaji. Mengajak mereka untuk duduk didalam majelis ilmu…Kita harus terus mengajaknya, mengajaknya pada haq dan tentunya semua itu tidak mudah dan akan mudah jika Alloh mudahkan.    

Saudariku, cobalah untuk merenung...apakah kita masih terlalu egois dan kaku dalam berdakwah? apakah kita masih belum bisa mewarnai kelurga kita? Bukankah kita juga mendambakan pasangan yang sholih? jika kita belum bisa berdakwah kepada keluarga kita, alangkah berat perjuangan pasangan hidup kita. Istiqomahlah dan teruslah berbuat baik, jangan pernah berhenti…ajaklah mereka pada sunnah dan mohonlah pada Alloh akan kesudahan yang baik….InsyaAlloh, Alloh akan mudahkan. 

InsyaALLOH, Alloh akan mengumpulkan orang-orang yang sholih di jannahnya bersama keturunannya dan kita berharap demikian, kita berkumpul bersama orang-orang yang kita cintai...aamiin

Berikut link nasehat yang disampaikan oleh Ust. Yazid Bin Abdul Qodir Jawas -hafidzahulloh- “Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka” *,  semoga bermanfaat…


*)  Syukron wa Jazaakumullohu khoir saya ucapakan kepada yang telah ngasih CD kajian ini dalam kompilasi kajian "Bingkisan Untuk Muslimah" pada kajian ahad pagi @ Maskam UGM.…semoga Alloh memudahkan urusannya, memberkahi ilmu dan umurnya, dimanapun ia berada…aamin, My memory_End of Jogja_2008…indah, indah sekali untuk dikenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar