
Kasih sayang yang tulus itu berawal dari keluarga. Ayah, Ibu, kakak dan adik, Happy together...
Keberadaan anak menjadi harapan bagi kedua orang
tuanya. Perjuangan dan kasih sayang yang tiada akhir...pernahkah kita sebagai
anak merenung sejenak dan memutar kembali memori kita semasa kita masih
kanak-kanak dulu..??? jika kita menjumpai memori kita, insyaAlloh kita
mendapati diri ini orang yang bahagia dan
penuh limpahan rahmat dari Rabbu'alamin. Jika kita tidak
disayang orang tua, bagaimana nasib kita sekarang? Jika kita tidak
dididik mereka, apakah kita bisa menjadi anak yang berbakti dan taat beribadah?
dan masih banyak nikmat lainnya yang melimpah ruah yang seharusnya disyukuri
dan kita tidak pernah sanggup membalas jasa itu,
sampai kapan pun...tak kan pernah...dan tak kan pernah.
Ada Ayah, Ibu,
Kakak dan Adik...kebersamaan yang InsyaAlloh akan sampai ke syurga dengan
rahmat Alloh...
Jika kita telah menempuh manhaj yang benar serta
istiqomah maka alangkah beruntung sekali kita. Tapi, bagaimana dengan keluarga
kita? Sudahkah mereka menempuh jalan yang lurus? Sudahkah kita mengajaknya pada
jalan haq ini? Saudariku, apa yang kau lakukan dengan ilmumu sedang disaat yang
lain kelurgamu dalam jalan yang tidak dirdloi ALloh?
Awal-awal ngaji, orang tua dan saudara kita mungkin
bertanya-tanya..jalan apa yang ia tempuh, kenapa ia beda? Itu semua karena
mereka masih asing dengan pembaharuan dari diri kita yang merupakan hidayah dari
ALloh. Mereka belum terbiasa…
Adalah birul waalidain…ya birulwaalidain. Kita sebagai
anak yang sudah ngaji harus lebih berbakti kepada kedua orang tua kita dan lebih baik dari sebelum ngaji…masalah
asam garam kehidupan tentu orang tua jauh lebih berpengalaman dan hendaklah
kita bijak dalam berdakwah. Melalui birul walidain, kita secara tidak langsung
berdakwah dengan akhlak yang baik kepada ke orang tua kita.
Sebagai saudara, kita juga harus mengajak saudara kita yang lain untuk ngaji. Mengajak mereka untuk duduk didalam majelis ilmu…Kita harus terus mengajaknya, mengajaknya pada haq dan tentunya semua itu tidak mudah dan akan mudah jika Alloh mudahkan.
Saudariku, cobalah untuk merenung...apakah kita masih terlalu egois dan kaku dalam berdakwah? apakah kita masih belum bisa mewarnai kelurga kita? Bukankah kita juga mendambakan pasangan yang sholih? jika kita belum bisa berdakwah kepada keluarga kita, alangkah berat perjuangan pasangan hidup kita. Istiqomahlah dan teruslah berbuat baik, jangan pernah berhenti…ajaklah mereka pada sunnah dan mohonlah pada
Alloh akan kesudahan yang baik….InsyaAlloh, Alloh akan mudahkan.
Berikut link nasehat yang disampaikan oleh Ust. Yazid
Bin Abdul Qodir Jawas -hafidzahulloh- “Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api
Neraka” *, semoga bermanfaat…
*) Syukron wa Jazaakumullohu khoir saya ucapakan kepada yang telah ngasih CD kajian ini dalam kompilasi kajian "Bingkisan Untuk Muslimah" pada kajian ahad pagi @ Maskam UGM.…semoga Alloh memudahkan urusannya, memberkahi ilmu dan umurnya, dimanapun ia berada…aamin, My memory_End of Jogja_2008…indah, indah sekali untuk dikenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar